Batik Khas Malang (Celaket)

Momen lebaran ternyata bukan hanya untuk jadi jujugan pulang kampung para Aremania yang ada dipenjuru Indonesia maupun mancanegara untuk bersilaturahmi bersama keluarganya, tapi juga jadi momen berharga untuk mengangkat budaya dan produk unggulan Kota Malang, salah satunya mengenal dan memperkenalkan hasil karya seni warga Malang, yakni Batik tulis Celaket yang diproduksi dikampung Celaket , kelurahan Rampal Celaket kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Lahirnya batik tulis Celaket ini konon berawal saat Timnas senior sukses Di Asean hingga Final melawan Malaysia. Salah satu bintangnya adalah Irfan Bachdim, yang juga pemain Inti Persema Malang.

“Kami coba angkat profil Irfan Bachdim ke media batik dengan gaya selebrasi usai lesakkan gol kegawang Singapura di Istora Senayan Jakarta, wah setelah jadi batik dan siap dikenakan jadi rebutan para mania bola, sekaligus dukungan untuk timnas yang juga tim dari Persema Malang, alhamdulilah pesanan hingga Timur Tengah dan Eropa terus bertambah, tak terkecuali jajaran Pemkot Malang juga memborong batik tulis Celaket untuk pergi kepesta”, papar A. Hanan yang juga wartawan itu berbinar.

Kemudian langkah home industri Batik Celaket tersebut terus bergerak seiring event nasional maupun dunia sedang berlangsung, “Seperti event Piala Eropa, event piala empat tahunan seperti Piala Dunia sudah dua kali ini kami produksi batik dengan logo serta wajah bintang pesepakbola dunia yang sedang naik daun, waktu itu Ronaldo, Ronaldonho, dan yang baru lalu Lionel Messi serta bintang Jerman, Belanda dan Spanyol meski tersingkir tetap jadi magnet para gila bola lokal maupun nasional”, tandasnya sumringah.

Pada lebaran 1435 H tahun 2014, lanjut bapak berputra dua itu mengaku banyak pesanan dari Aremania yang ada di seantero Indonesia maupun dimancanegara,   “Sebulan sebelum puasa pemesanan secara langsung maupun pembayaran tunai terus masuk kekantor kami, Alhamdulilah hingga acara balik hingga Sabtu dan Minggu besok anak-anak masih selesaikan pesanan luar negeri, Insyaallah tuntas sesuai jadwal, dan mohon maaf lahir dan batin bila ada yang kecewa karena tidak kebagian, tapi jika mau menunggu kami pasti penuhi”, pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa bukti luar biasa pesona eksotis batik tulis Malangan rupanya membuat beberapa pihak tertarik, termasuk salah satunya yakni artis top tahun 90-an Ayu Azhari. Bersama suaminya Mike, Ahad lalu mereka mengunjungi salah satu sentra batik tulis di Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Ayu mengaku tertarik dengan motif yang dibuat para seniman batik di Kota Malang.

“Saya ada rencana membuat butik yang konsentrasi di Batik dan Tenun, dan Batik Malangan salah satu yang menjadi referensi usaha saya nanti”, katanya saat ditemui wartawan di lokasi pembuatan Batik Tulis Celaket. Harapnya guna mencari beberapa motif batik yang khas dan unik, wanita yang sempat dikabarkan dengan Ahmad Fathanah ini mengaku telah berkeliling ke beberapa daerah termasuk di Kota Malang. “Batik Sumenep, Pekalongan, Madura, dan berbagai kota sudah dan itu jadi referensi untuk program kerjasama kedepan”, tambahnya.

Dikatakan Ayu, bahwa alasannya memilih batik, lantaran memiliki karya seni yang indah dan merupakan peninggalan budaya yang sudah diakui di dunia internasional. Batik, lanjut Ayu, memiliki pesan dan cerita tersendiri yang tertuang pada hasil dan cara pembuatannya. “Sejarah batik Madura pasti akan beda dengan Malang, jadi semua karya batik ini memiliki ciri khas”, terangnya.

Selain itu, Ayu Azhari juga pernah berpartisipasi mengenalkan batik di Belanda saat mengikuti festival bunga beberapa waktu silam. “Mereka sangat kagum sekali dengan batik karena tak hanya hasilnya yang bagus namun dibalik itu pembuatannya juga membutuhkan proses yang sangat panjang”, pungkasnya.

Sementara itu Supriyadi Kadis Kop & UKM Pemkot Malang mengatakan akan menarik peluang Batik Malangan ini untuk lebih terangkat secara nasional, bahkan saat pekan budaya akhir bulan lalu sebelum puasa bersama disparta sekaligus lima camat dan 57 lurah dengan produk unggulannya pameran di Dumai Suamtera.

“Salah satunya kelurahan rampal celaket bawa batik tulis celaket yang sudah dikenal hingga eropah itu dibawahnya, Masyaallah pembelinya rebutan untuk bisa memiliki Batik Tulis Celaket yang sudah terkenal tersebut, karena kami kesana untuk pameran ya hanya sebagian yang saja yang kami bawah, namun karu nama kami berikan untuk pemesanan luar kota bisa terwujud”, papar mantan kepala BKD itu panjang lebar.

Dilain tempat Achmad Hanan Jalil pemilik home industri Batik Tulis Celaket itu akan terus berinovasi, meski produknya sudah dikenal hingga Bumi Eropah, “Kami bisa seperti ini tak berhenti untuk lakukan event dengan menggandeng media lokal maupun nasional, jadi gak heranlah kalau jadi jujugan artis maupun selebrtiti ibukota, sebab kami pernah gelas fashion show dua jam bersama batik tulis celaket bersama model ibukota dan artis srimulat di lapangan parkir MOG, maupun hotel berbintang”, imbuhnya sambil menunjukkan bukti kehadiran artis putri duyung, Ayu Ashari bersama Mike Trap.

“Kami akhir tahun kemarin sudah memulai dengan menghidupkan kembali kampung Batik Sukun, dengan cara memberi diklat 100 pembatik sekaligus memodali mereka untuk eksis berproduksi, tahun ini akan kami gilir ke sentra Batik Klojen, Blimbing maupun Kedungkandang yang punya potensi lain dengan batik ya kabarnya sudah go Internasional seperti Batik Celaket, minimal tiap bulan ada diklat untuk genjot pemasaran global”, papar mantan kabid dinas pasar ini mantap.

Leave a Comment