Inggil Resto

Inggil Resto adalah salah satu tempat makan yang disarankan para blogger. Sebenarnya belum terbayang wujud tempatnya karena sedikitnya gambar. Setelah datang ke sana harus aku katakan tempatnya bagus, tapi pelayanan kurang oke meski penampilannya oke banget. Eh maaf ya ini sekadar berbagi pengalaman.

Aku datang sampai di restoran cantik itu sekitar pukul 20an mungkin lebih. Kesan pertama senang sekali. Banyaak perabot lama yang menghiasi setiap sudut. Aroma kembang sedap malam menyeruak wangi. Tatanan eksotik dari kurun masa lampau dihadirkan. Ini seperti mengunjungi Omah Jadoel Blitar sambil makan di tengahnya.

Restoran dengan tata ruang museum ini dibagi menjadi dua. Pertama bagian depan agak kecil memang dengan penyekat tembok. Berbagai benda kenangan tempo dulu terpasang dengan apik. Tempat makan cocok untuk keluarga atau bersama kawan-kawan. Di bagian selanjutnya lebih luas dengan tatanan lebih tradisional. Penyekat kulihat dari dinding bamboo dan kayu. Dominasi tradisional kental di sana. Ruangan ini lebih rendah dibanding ruang depan.

la tidak nyaman duduk di kursi pengujung bisa menikmati hidangan dengan lesehan di ruang belakang tersebut. Di ujung ruang ke dua ini terdapat panggung yang menyajikan live show. Malam itu aku beruntung karena ada live keroncong dan tari tradisional: tari topeng. Secara penampilan aku harus jujur oke banget. Terlebih katanya restoran ini memang ditujukan bagi turis luar negeri menikmati indahnya Malang.

Leave a Comment